Waria (wanita tapi pria). Waria adalah individu yang memiliki jenis kelamin laki-laki tetapi berprilaku dan berpakian seperti layaknya seorang perempuan. Dia lebih suka berperan sebagi perempuan dalam kehidupannya sehari-hari.
Waria atau lebih dikebal banci masih merupakan hal yang tabu di mata masyarakat dan agama. Agama manapun melarang dan tidak menyetujui adanya waria, hanya ada dua jenis kelamin yang diakui dan disahkan oleh agama, yaitu perempyan dan laki-laki. Oleh karena itu, kerap kali waria atau banci di olok-olok.
Jika kita melihat dari sisi yang berbeda, pasti kita akan menemukan sesuatu hal yang tidak kita duga sebelumnya. Ternyata banyak sekali waria yang memilih bekerja di sebuah salon atau memiliki salonnya sendiri.
Seperti yang saya temui di salah satu salon di daerah bekasi "Salon Rita" (seorang waria yang memiliki salon).
Rita (46) seorang pria yang menjadi waria karena pengaruh lingkungan pekerjaannya. Rita yang sudah 10 tahun memiliki salon sendiri ini mengaku bahwa dari kecil sebenarnya dia tidak mempunyai masalah dengan kepribadiannya. Tapi memang dari kecil dia sangat menyukai dunia tata busana dan hair stylist.
"Jaman sekolah dulu gue sering motongin rambut temen-temen gue tanpa dibayar."ucapnya dengan tangan yang melambai.
Di tempatnya dia bekerja banyak bergaul dengan kaum waria yang beberapa merupakan seniornya. Mau tidak mau, sedikit demi sedikit, Rita terpengaruh dengan kebiasaan temen-temennya yang waria itu. Tapi entah mengapa dirinya menemukan kenyamanan saat berada di tengah-tengah temen-temen warianya.
Pada dasarnya kaum waria adalah makhluk sosial yang juga nempunyai kebutuhan dalam kehidupannya. Untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, dan memperkuat ekonomi, kaum waria juga mencari nafkah sesuai dengan kemampuannya. Sedangkan untuk rasa aman, memperoleh perlindungan, rasa bebas, dan diakui keadaannya, mereka memperkuat solidaritas kelompok bagi sesama waria.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar